Jumat, 07 Januari 2011

7.5. KREATIVITAS DALAM KEHIDUPAN EKONOMI

Kreativitas adalah kemampuan melakukan kombinasi sumber daya yang menghasilkan barang atau jasa yang sifatnya baru, bermanfaat, dan dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Inovasi adalah pengenalan hal-hal baru.

Beberapa kata berkaitan dengan istilah kreativitas:

· Baru bermakna belum ada sebelumnya.

· Berguna bermakna mempunyai kegunaan yang dapat dimanfaatkan manusia, lebih praktis, lebih mudah dari sebelumnya, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, dan mendatangkan hasil lebih banyak.

· Dapat dimengerti bermakna bahwa kreativitas itu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu.

· Kombinasi bermakna bahwa kreativitas itu dilahirkan dengan kombinasi atau perpaduan beberapa cara atau metode sehingga menghasilkan cara atau metode baru yang lebih mudah dimengerti.

· Menghubungkan dan mengaitkan bermakna bahwa sesuatu digolongkan sebagai kreatifitas jika dapat dihubungkan dan dikaitkan dengan hal-hal sebelumnya.

· Lapangan manapun bermakna bahwa kreativitas dapat tercipta dari semua bidang atau lapangan manapun tanpa memandang harus orang pintar, kaya, dan orang-orang tegar.

Ciri-ciri Orang Kreatif:

· Ciri-ciri Pokok: Melahirkan ide, gagasan, pemecahan masalah, cara-cara baru dan penemuan.

· Ciri-ciri yang memungkinkan: Tindakan untuk mempertahankan ide, gagasan, dan kreativitas yang sudah dihasilkan. Hal ini bisa dilakukan melalui kemampuan bekerja keras, berpikir mandiri, dan pantang menyerah.

· Ciri-ciri sampingan: Ciri yang tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga ide-ide yang sudah ditemukan agar tetap hidup dan berlaku sekaligus mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif.

Orang yang kreatif harus mngembangkan ciri-ciri pokok dan ciri-ciri yang memungkinkan saja, sedangkan ciri-ciri sampingan selataknya dihindari bahkan dihilangkan karena akan menghambat kemajuan seseorang.

Kreativitas dan inovasi akan muncul pada diri seseorang setelah ia melalui proses yang tekun dan selalu berusaha berfikir kreatif serta memiliki disiplin diri yang tinggi. Jika setiap orang memiliki kesempatan menghuni lingkungan yang menunjang, dengan kreativitasnya akan mampu mengungkapkan segenap potensi yang dimilikinya.

Julius Chandra menjelaskan beberapa mental orang kreatif sebagai berikut:

· Hasrat: berhasrat untuk mengubah hal-hal disekelilingnya menjadi lebih baik.

· Kepekaan: bersikap terbuka, tanggap, dan peka terhadap segala sesuatu.

· Minat: berminat untuk menggali lebih dalam dari yang telah ada sebelumnya.

· Rasa ingin tahu: mempertanyakan sesuatu agar jelas dan berguna untuk perkembangan berikutnya.

· Berpikir mendalam: berpikir mendalam dan bersikap mengarahkan mengarahkan pemahaman yang lebih utuh.

· Konsentrasi: mampu menekuni suatu pekerjaan atau sesuatu yang dilakukannya sehingga dapat menguasai pekerjaannya.

· Siap mencoba dan melaksanakan: bersedia mencurahkan tenaga dan waktunya untuk mencari, melaksanakan, dan mengembangkan.

· Kesabaran: memiliki kesabaran dan ketelatenan untuk memecahkan permasalahan secara detail.

· Optimisme: memiliki sikap optimisme dan bergairah (antusias), dan percaya diri.

· Mampu bekerjasama: mampu melakukan kerjasama dan bekerja bersama orang lain.

Orang kreatif memiliki kemampuan, kemandirian, dan ide/gagasan yang dapat muncul dari dalam dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal). Kreativitas itu bersifat kreatif yang tidak terpaku pada pemikiran baru saja, tetapi bertindak (melakukan) bukan hanya sekali, namun terus-menerus (berlatih).

Hasil karya kreativitas dan inovasi merupakan hasil karya cipta yang baru atau memperbarui yang sudah ada. Karya cipta dapat berupa karya tulis, karya seni, atau penemuan suatu produk. Suatu karya cipta atau produk kreatif akan diakui dan bernilai ekonomi jika sudah mendapatkan pengakuan dari masyarakat umum atau legalisasi dari lembaga paten.

Kemandirian perlu dilatih, dibentuk, dan dikembangkan melalui proses interaksi dan sosialisasi yang dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, sampai pada lingkungan masyarakat. Melalui pendidikan dan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakatlah, diharapkan akan membentuk kepribadian yang nantinya akan menentukan kemandirian seseorang. Kemandirian akan membawa seseorang ke arah kemajuan, juga mendorongnya untuk berprestasi dalam berkreasi, serta menjadikannya seseorang yang produktif dan efisien sehingga mampu menghasilkan suatu produk yang kreatif.

Wirausaha adalah orang yang berani berusaha dan berani menanggung resiko atas usaha yang dilakukannya. Kewirausahaan tidak dapat dipisahkan dari kreativitas dan inovasi, sedang inovasi sendiri tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Dengan demikian orang yang kreatif akan membentuk dirinya menjadi mandiri dan bersikap wirausaha.

Buddy Rahmadinov memberikan sebelas rahasia meraih sukses sebagai berikut:

· Berdoa kepada Tuhan

· Tidak menyia-nyiakan waktu

· Mau bekerja keras

· Tidak mengikuti gengsi

· Jujur

· Pantang menyerah

· Mewujudkan impian menjadi kenyataan

· Berani mengubah nasib

· Sukses Yes, stres No

· Berguna untuk sesama

· Bersyukur kepada Tuhan.

1 komentar:

adlan za mengatakan...

Terimakasih dengan materinya...sangat informatif....

8.1. HUBUNGAN KELANGKAAN SUMBER DAYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA

A. Kebutuhan Manusia

1. Berbagai Macam Kebutuhan:

a. Menurut Kepentingannya/Intensitasnya:

1) Kebutuhan Pokok/Kebutuhan Primer

Merupakan bentuk kebutuhan mendasar dan muncul secara alamiah sebagai sarana untuk kelangsungan hidup manusia secara layak, seperti pangan, sandang, dan papan. Jika belum tercukupi, maka manusia dikatakan belum layak hidupnya.

2) Kebutuhan Tambahan/Kebutuhan Sekunder

Merupakan jenis kebutuhan yang muncul karena ada tuntutan sosial yang berguna sebagai pelengkap kebutuhan pokok. Seperti sandal/sepatu untuk melengkapi pakaian, kendaraan sebagai alat transportasi. Kebutuhan sekunder tidak mempengaruhi kelangsungan hidup seseorang. Jika tidak terpenuhi manusia tetap masih dikatakan sebagai hidup yang layak.

3) Kebutuhan Tersier

Merupakan bentuk kebutuhan akan barang mewah.

Hal yang membedakan kemewahan suatu barang ditinjau dari:

a) Kegunaannya: sebagai pelengkap kebutuhan lainnya.

b) Waktu pemenuhan: bisa ditunda setelah kebutuhan lain terpenuhi.

c) Akibat: akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup.

b. Menurut Waktunya:

1) Kebutuhan Sekarang; bentuk kebutuhan untuk keperluan saat ini yang harus segera dipenuhi dalam jangka waktu yang cepat.

2) Kebutuhan yang akan datang; bentuk kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan proses lama, sehingga dapat ditunda.

c. Menurut Subjeknya:

1) Kebutuhan Perorangan; bentuk kebutuhan yang diperlukan oleh setiap individu secara pribadi.

2) Kebutuhan Kelompok atau Kebutuhan Bersama; bentuk kebutuhan yang dapat dipergunakan secara bersama-sama.

d. Menurut Sifatnya:

1) Kebutuhan Jasmani; bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan fisik manusia.

2) Kebutuhan Rohani; bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan psikis/kejiwaan seseorang.

Beberapa hal yang menyebabkan kebutuhan msnudis tidak terbatas atau beraneka ragam antara lain:

a. Organ manusia; selalu membutuhkan sesuatu untuk menggerakkan fungsinya.

b. Kebudayaan manusia; makin maju kebudayaan manusia, akan ada tuntutan sosial kehidupan yang lebih baik.

c. Faktor psikologis; di mana seseorang membutuhkan sesuatu untuk memenuhi kepuasan batin.

2. Alat Pemuas Kebutuhan:

a. Menurut Kelangkaannya:

1) Benda ekonomi; benda yang tersedia dalam jumlah kecil (sedikit) dibandingkan dengan yang membutuhkannya, sehingga untuk mendapatkan perlu pengorbanan.

2) Benda bebas; benda yang tersediai di alam bebas, sehingga orang bisa mendapatkannya secara cuma-cuma.

3) Benda ilith; benda yang ada disekitar kita, namun jika berlebiihan akan mengakibatkan kerugian.

b. Menurut Wujudnya:

1) Barang atau benda konkret; merupakan alat pemuas kebutuhan yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan manfaatnya.

2) Jasa; merupakakn alat pemuas kebutuhan yang hanya dapat dirasakan manfaatnya, tetapi tidak dapat dilihat atau diraba.

c. Menurut Hubungannya dengan Benda Lain:

1) Benda substitusi; benda yang penggunaannya dapat menggantikan benda lain yang sedang diperlukan.

2) Benda komplementer; benda yang dapat berfungsi jika dilengkapi dengan benda lain.

d. Menurut Tujuan Pemakaiannya:

1) Benda konsumsi; benda yang dapat langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan.

2) Benda produksi; benda yang dipergunakan untuk memproduksi benda lain.

e. Menurut Tingkat Pemakaiannya:

1) Benda tahan lama; benda yang dapat dipergunakan berulang kali.

2) Benda tidak tahan lama; benda yang hanya dapat dipergunakan satu kali saja atau benda yang habis pakai.

B. Kelangkaan

Kelangkaan adalah suatu bentuk ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan pemenuhan kebutuhan. Adapun sumber daya yang sulit didapat sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia disebut sebagai sumber daya langka.

Sumber daya langka dapat dikelompokkan maenjadi:

1. Sumber Daya Alam; seperti bahan bakar, air, udara, dan bahan tambang lainnya.

2. Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja; makin sedikit gaji yang tersedia, makin terbatas SDM yang dipekerjakan.

3. Modal; dapat berupa uang dan barang.

Usaha manusia untuk mengatasi kelangkaan sumber daya adalah:

1. Menyusun skala prioritas; mendahulukan kebutuhan yang dirasakan lebih mendesak.

2. Menggunakan alat pengganti pemenuhan kebutuhan.

3. Melakukan penghematan dalam menggunakan sumber daya yang terbatas/langka.

C. Menyusun Skala Prioritas

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan skala prioritas:

1. Tingkat Urgensinya; seberapa jauh tingkat kepentingan hal yang kita butuhkan tsb.

2. Kesempatan yang dimiliki; jika suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka perlu didahulukan.

3. Pertimbangan Masa Depan; dalam menghadapi masalah sulit, faktor masa depan perlu didahulukan.

4. Kemampuan Diri; manusia mempunyai keterbatasan kemampuan.

D. Kepedulian Terhadap Sumber Daya yang Terbatas dalam Pemenuhan Kebutuhan

Beberapa perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap sumber daya yang terbatas adalah sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Sumber Daya secara Efektif dan Efisien; dengan cara:

a. Mengubah bentuk benda untuk meningkatkan nilai hasil.

b. Mengkombinasikan kebunaan benda.

c. Memperbaiki barang yang rusak.

d. Mendaur ulang barang bekas untuk dijadikan barang yang bernilai guna.

e. Mengadakan tebang pilih dalam pemanfaatan hasil hutan dan mengadakan reboisasi.

2. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia; dengan cara:

a. Mengikuti pendidikan formal

b. Mengikuti kursus-kursus ketrampilan

c. Mengikuti program magang

3. Mengelola dan Mendayagunakan Sumber Modal dengan Tepat Guna; jika pengelolaan tidak tepat, modal akan cepat habis.

8.4. KETENAGAKERJAAN

Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan.

Usia kerja adalah usia yang dipersyaratkan untuk bekerja. Menurut ketentuan pemerintah Indonesia (BPS), usia kerja antara 15 tahun sampai 65 tahun.

Bukan angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja tetapi tidak aktif dalam kegiatan ekonomi, misalnya ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, dan pensiunan.

Kriteria bagi angkatan kerja untuk dapat memasuki dunia kerja, antara lain:

· Jenis pendidikan

· Keahlian khusus yang dimiliki

· Pengalaman kerja

· Kesehatan prima

· Sikap kepribadian dan kejujuran

Tenaga kerja adalah setiap orang yang sudah bekerja maupun yang aktif mencari kerja, yang masih mau dan mampu untuk melakukan pekerjaan.

Tenaga kerja dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

· tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memerlukan jenjang pendidikan tinggi.

· tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang dihasilkan dari suatu pelatihan dan pengalaman.

· tenaga kerja terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan jenjang pendidikan tinggi maupun pelatihan atau pengalaman.

Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan dengan cara:

· pelatihan tenaga kerja, yaitu kegiatan untuk memberi, meningkatkan, serta mengembangkan kemampuan kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jabatan atau pekerjaan.

· pemagangan, yaitu bagian dari pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pendidikan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang telah berpengalaman.

· perbaikan gizi dan kesehatan, dimaksudkan untuk mendukung ketahanan fisik dalam bekerja dan meningkatkan kecerdasan tenaga kerja dalam menerima pengetahuan baru atau meningkatkan semangat kerja.

Permasalahan tenaga kerja di Indonesia, antara lain:

· Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja

Banyaknya calon tenaga kerja yang siap bersaing di pasaran tenaga kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Sehingga banyak tenaga kerja yang tidak tersalurkan di dunia kerja.

· Mutu tenaga kerja yang relatif rendah

Seringkali perusahaan menghendaki tenaga kerja yang sudah berpengalaman, padahal tidak semua tenaga kerja yang melamar memiliki pengalaman yang disyaratkan tersebut.

· Persebaran tenaga kerja yang tidak merata

Seringkali orang dalam mencari pekerjaan memperhitungkan lokasi tempat pekerjaan. Inilah salah satu penyebab persebaran tenaga kerja tidak merata.

· Pengangguran

Ketidakmampuan tenaga kerja memperoleh pekerjaan menimbulkan pengangguran.

Jenis-jenis pengangguran menurut lama waktu kerja, antara lain:

  • Pengangguran terbuka; pengangguran terbuka terjadi bila tenaga kerja benar-benar tidak mempunyai pekerjaan.
  • Setengah pengangguran; setengah pengangguran terjadi bila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena ketiadaan lapangan kerja (bekerja kurang dari 36 jam dalam seminggu)
  • Pengangguran terselubung; pengangguran terselubung terjadi bila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena kelebihan tenaga kerja.

Jenis-jenis pengangguran menurut penyebabnya, antara lain:

  • Pengangguran struktural; pengangguran yang terjadi karena ada perubahan struktur ekonomi.
  • Pengangguran friksional; pengagguran yang terjadi karena pergantian pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja.
  • Pengangguran musiman; pengangguran yang terjadi karena karena perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala.
  • Pengangguran sukarela; pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela tidak bekerja.
  • Pengangguran teknologi; pengangguran yang terjadi karena adanya kemajuan teknologi.
  • Pengangguran deflasioner; pengangguran yang terjadi karena jumlah pencari kerja lebih besar daripada jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia.

Pengangguran menimbulkan berbagai dampak dampak kehidupan sosial, antara lain:

  • rendahnya pendapatan per kapita penduduk
  • meningkatnya keiskinan
  • meningkatnya angka kriminalitas yang dipicu kesulitan ekonomi
  • merosotnya moral yang ditandai dengan meningkatnya tindak asusila yang bermotifkan ekonomi
  • kondisi keamanan yang tidak terjamin akibat meningkatnya angka kriminalitas
  • rendahnya kualitas kehidupan masyarakat
  • merebaknya kawasan slum (lingkungan kumuh)

· Kurang sesuai kemampuan tenaga kerja dengan pekerjaannya

Jika seseorang dapat bekerja sesuai dengan keahliannya, maka ia akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien, sehingga dapat mencapai kualitas dan kuantitas kerja yang tinggi.

· Rendahnya upah yang diterima oleh tenaga kerja

Secara ekonomi penawaran tenaga kerja tinggi dan permintaan tenaga kerja rendah mengakibatkan harga (upah) tenaga kerja rendah, sehingga kesejahteraan tenaga kerja juga rendah. Hal ini berakibat pada rendahnya kinerja tenaga kerja.

· Kurangnya perlindungan terhadap tenaga kerja

Tenaga kerja dihadapkan pada resiko kerja, baik resiko berkaitan dengan pekerjaannya maupun resiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam hal ini perlu adanya perlindungan terhadap tenaga kerja.

· Serangan tenaga kerja asing

Masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia merupakan serangan yang dapat mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja dalam negeri.

Berdasar UUD 1945 pasal 27 berbunyi: “tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak”, maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja dan melindungi hak-hak tenaga kerja.

Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan tenaga kerja, antara lain:

· Membuka kesempatan kerja

Usaha perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan pengembangan industri dan penyelenggaraan proyek pekerjaan umum. Pengembangan industri dapat dilakukan dilakukan dengan penanaman modal, sedang penyelenggaraan proyek pekerjaan umum dilakukan dengan pembuatan jalan, saluran air, bendungan dan lain-lain.

Perluasan kesempatan kerja dapat pula dilakukan dengan cara mengirimkan tenaga-tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

· Mengurangi tungkat pengangguran

Usaha yang dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran, antara lain:

  • Pemberdayaan angakatan kerja dengan cara mengirimkan tenaga kerja ke negara/daerah yang lain memerlukan
  • Pengembangan usaha sektor informal dan usaha kecil
  • Pembinaan generasi muda yang masuk angkatan kerja melalui pemberian kursus ketrampilan
  • Mengadakan program transmigrasi
  • Mendorong badan usaha untuk proaktif mengadakan kerja sama dengan lembaga pendidikan
  • Mendirikan tempat latihan kerja
  • Mendorong lembaga-lembaga pendidikan untuk meningkatkan life skill
  • Mengefektifkan pemberian informasi ketenagakerjaan

· Meningkatkan kualitas angkatan kerja dan tenaga kerja

Kualitas kerja dapat ditingkatkan melalui usaha-usaha berikut:

  • Latihan untuk usaha pengembangan keahlian dan ketrampilan kerja (profesionalisme) tenaga kerja
  • Pemagangan melalui latihan kerja di tempat kerja
  • Perbaikan gizi dan kesehatan
  • Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha

· Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja

Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, antara lain:

  • Menetapkan upah minimal reegional (UMR)
  • Mengikutkan setiap pekerja dalam asuransi jaminan sosial tenaga kerja
  • Menganjurkan kepada setiap perusahaan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja
  • Mewajibkan kepada setiap perusahaan untuk memenuhi hak-hak tenaga kerja selain gaji, seperti cuti, hak istirahat, dan lain-lain.

8.7. TERBENTUKNYA HARGA PASAR

A. PERMINTAAN BARANG DAN JASA

1. Pengertian Permintaan (Demand)

Permintaan adalah jumlah barang/jasa (Quantity) yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga (Price), waktu, dan tempat tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:

a. Harga barang (harga tinggi à permintaan rendah dan sebaliknya)

b. Pendapatan masyarakat (penghasilan tinggi à daya beli à permintaan naik)

c. Intensitas kebutuhan (primer, sekunder, atau tersier)

d. Selera masyarakat (selera/mode tinggi à permintaan meningkat)

e. Kualitas barang (kualitas tinggi à permintaan meningkat)

f. Harga barang lain yang berkaitan (barang substitusi dan komplementer)

g. Waktu

h. Jumlah penduduk

i. Kejadian yang akan datang

2. Hukum Permintaan (hubungan harga dengan permintaan berbanding terbalik)

“makin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya makin tinggi harga barang, maka jumlah barang yang diminta makin berkurang”

Hukum permintaan hanya berlaku pada waktu tertentu yaitu apabila keadaan di luar tetap yang disebut ceteris paribus, yaitu suatu keadaan dimana faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak berubah, seperti :

a. Selera konsumen tidak berubah

b. Tidak anggapan harga akan naik

c. Tidak ada barang pengganti

d. Pendapatan konsumen tetap

e. Jumlah penduduk tetap

f. Harga barang lain tidak berubah

3. Kurva Permintaan (bersifat negatif)

Kurva Permintaan adalah suatu grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah barang atau jasa yang diminta dengan berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.

Pada umumnya kurva permintaan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.

4. Macam-macam Permintaan

a. Berdasarkan jumlah konsumen

1) Permintaan individual = Permintaan terhadap sejumlah barang di pasar pada waktu dan harga tertentu yang dilakukan oleh individu tertentu.

2) Permintaan kolektif/pasar = Permintaan terhadap suatu barang di pasar pada waktu dan harga tertentu yang dilakukan oleh sekelompok konsumen.

b. Berdasarkan daya beli masyarakat

1) Permintaan efektif = Permintaan yang disertai daya beli dan sudah dilaksanakan.

2) Permintaan potensial = Permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli tetapi belum terjadi transaksi.

3) Permintaan absolut = Permintaan yang tidak didukung dengan kemampuan membeli.

c. Berdasarkan sumbernya:

1) Permintaan konsumen

2) Permintaan produsen

3) Permintaan pemerintah

4) Permintaan luar negeri

B. PENAWARAN BARANG DAN JASA

1. Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang/jasa yang akan dijual pada berbagai tingkat harga, waktu dan tempat tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran meliputi:

a. Biaya produksi (biaya produksi besar à penawaran rendah)

b. Tingkat teknologi (teknologi tinggi à penawaran banyak)

c. Harga pasar/harga barang lain (substitusi, komplementer)

d. Keuntungan yang diharapkan (mengejar target)

e. Faktor persaingan dan monopoli

f. Sumber daya ekonomi (faktor produksi)

g. Tujuan perusahaan (mencari keuntungan atau melayani masyarakat)

2. Hukum Penawaran

“jika harga barang yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan bertambah, dan sebaliknya, jika harga barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan berkurang”

3. Kurva Penawaran (bersifat positif)

Kurva Penawaran adalah suatu grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah barang atau jasa yang ditawarkan dengan tingkat harga dalam waktu dan tempat tertentu.

Pada umumnya kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas.

C. HARGA KESEIMBANGAN

1. Pengertian Harga Keseimbangan

Harga Keseimbangan adalah harga kesepakatan antara penjual dan pembeli yang tercipta melalui proses tawar menawar.

2. Macam-macam Harga

a. Harga Subjektif (Harga Taksiran) = harga perkiraan terhadap suatu barang/jasa yang akan diperjualbelikan.

b. Harga Objektif (Harga Pasar) = harga keseimbangan/kesepakatan

c. Harga Pokok = nilai uang yang dikeluarkan untuk membuat suatu barang

d. Harga Jual = harga pokok ditambah laba yang diinginkan

3. Penetapan Harga oleh Pemerintah

a. Harga Minimum = batas harga terendah yang diberlakukan terhadap suatu barang, tujuannya melindungi produsen.

b. Harga Maksimum = batas harga tertinggi yang diberlakukan terhadap suatu barang, tujuannya melindungi konsumen.

c. Harga Patokan Setempat = Harga yang diberlakukan terhadap suatu barang untuk daerah tertentu.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga

a. Permintaan bertambah, persediaan barang tetap

b. Penawaran bertambah, daya beli konsumen berkurang

c. Selera konsumen

d. Biaya produksi

e. Harapan akan keuntungan

f. Kebutuhan akan uang

5. Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan

Terbentuknya harga keseimbangan melalui proses tawar menawar antara penjual dengan pembeli sehingga tercapai kesepakatan harga. Dalam proses ini, pembeli menurunkan harga, sedangkan penjual menaikkan harga, sehingga bertemu pada titik harga yang menjadi kesepakatan.

Pada harga di atas harga pasar, jumlah barang/jasa yang diminta lebih besar dari jumlah barang/jasa yang ditawarkan = kelebihan penawaran. Sedangkan pada harga di bawah harga pasar, jumlah barang/jasa yang diminta lebih besar dari jumlah barang/jasa yang ditawarkan = kelebihan permintaan.

Sesuai dengan kurva harga pasar, maka pembeli dapat dikelompokkan menjadi:

a. Pembeli supermarginal = pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar.

b. Pembeli marginal = pembeli yang memiliki kemampuan membeli sama dengan harga pasar.

c. Pembeli submarginal = pembeli yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar.

Demikian pula, penjual dapat dikelompokkan menjadi:

a. Penjual supermarginal = penjual yang mampu menetapkan harga pokok di bawah harga pasar.

b. Penjual marginal = penjual yang memiliki kemampuan menetapkan harga pokok sama dengan harga pasar.

c. Penjual submarginal = penjual yang memiliki kemampuan menetapkan harga pokok di atas harga pasar.

9.1. UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN

A. Uang

Uang adalah alat atau sesuatu yang dapat diperegunakan untuk pembayaran atau pembelian barang-barang, jasa, atau pelunasan utang.

1. Sejarah Uang

Semula, masyarakat memproduksi barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, lalu berkembang menjadi untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Selanjutnya, terjadilah perdagangan dengan cara tukar menukar antara barang dengan barang lain yang dinamakan barter (pertukaran innatura). Syarat-syarat barter:

- orang yang melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan,

- orang tersebut harus saling membutuhkan barang yang dipertukarkan,

- barang yang dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama.

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, kebutuhan setiap orang semakin banyak dan beragam, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak mungkin lagi ditempuh dengan cara barter. Kemudian manusia terdorong untuk mencari cara pertukaran yang lebih mudah. Manusia mulai menggunakan uang barang dalam melakukan pertukaran. Contoh uang barang yaitu garam, senjata, dan kulit hewan. Sifat-sifat uang barang:

- digemari masyarakat setempat,

- jumlahnya terbatas,

- mempunyai nilai tinggi.

Pada kenyataannya uang barang memiliki kelemahan, antara lain:

- sulit dipindahkan,

- tidak tahan lama,

- sulit disimpan,

- nilainya tidak tetap,

- sulit dibagi tanpa mengurangi nilainya,

- bersifat lokal.

Kesulitan tersebut mendorong manusia untuk menetapkan benda yang dapat digunakan sebagai perantara tukar-menukar, yaitu logam (emas dan perak), alasannya sebagai berikut:

- emas dan perak merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat karena memiliki nilai yang tinggi dan jumlahnya langka,

- Jika dipecah nilainya tetap (tidak berkurang),

- Tahan lama (tidak mudah rusak).

Kelemahan penggunaan emas dan perak:

- Jumlahnya terbatas, sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat,

- Kandungan emas tiap daerah tidak sama, sehingga persediaan emas tidak sama.

Perkembangan ekonomi yang semakin pesat mendorong kegiatan transasksi menjadi semakin sering dan bahkan semakin kompleks. Hal ini menimbulkan kesulitan manusia untuk membawa uang logam dalam jumlah besar. Untuk mengatasinya, pemilik emas dan perak cukup melakukan transaksi dengan menunjukkan bukti penyimpanan emas dan perak yang berupa surat bukti penyimpanan. Surat bukti penyimpanan tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang menerima titipan emas dan perak. Lama kelamaan yang beredar di masyarakat adalah kertas sebagai tanda bukti penyimpanan emas dan perak tersebut.

Di Indonesia, sekarang beredar uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Kedua jenis uang tersebut memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Dapat diterima masyarakat umum; karena masyarakat percaya bahwa uang tesebut dapat digunakan sebagai alat tukar dan alat pembayaran.

b. Mudah disimpan dan nilainya tetap; bentuknya kecil sehingga praktis menyimpannya, dan nilainya tidak berkurang.

c. Mudah dibawa kemana-mana; karena ukurannya kecil dan tidak berat.

d. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai; uang yang nilainya besar dapat ditukar dengan beberapa uang yang nilainya kecil tetapi jumlah nilainya sama dengan uang yang nilainya besar.

e. Jumlahnya terbatas sehingga tetap berharga; uang dicetak dalam jumlah terbatas untuk menjaga nilainya. Uang juga dibuat dari bahan khusus dan berciri khusus sehingga sulit untuk dipalsukan.

f. Ada jaminan; uang yang beredar di Indonesia dijamin oleh pemerintah, sehingga semua orang mau menerima uang sebagai alat pertukaran dan alat pembayaran yang sah. Uang kertas merupakan uang kepercayaan (fiduciary) karena nilai bahan untuk membuat uang jauh lebih rendah dari pada nilai yang tertera dalam uang tersebut. Uang kertas merupakan uang tanda (token money) karena masyarakat bersedia menerima uang kertas dengan alasan terdapat tanda sah sebagai uang yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Keuntungan menggunakan uang kertas:

- ongkos bahan dan pembuatan murah,

- mudah dibawa.

Kelemahan menggunakan uang kertas:

- terkadang mudah dipalsukan,

- tidak tahan lama.

Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menuntut adanya alat pembayaran yang lebih mudah dan aman. Sekarang banyak diciptakan uang giral, yaitu rekening atau tagihan pada suatu bank yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran, contoh: cek, giro bilyet, teleghraphic transfer, kartu kredit (credit card), dan traveler’s check (cek perjalanan).

2. Jenis-jenis Uang

a. Berdasarkan bahan yang digunakan:

1) Uang logam; uang yang dibuat dari logam.

2) Uang kertas; uang yang dibuat dari kertas.

b. Berdasarkan lembaga yang membuat:

1) Uang kartal (kepercayaan); uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, berupa uang kertas dan uang logam.

2) Uang giral (simpanan di bank); dana yang disimpan pada rekening koran di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantara cek, bilyet giro, atau perintah membayar.

c. Berdasarkan nilai:

1) Uang bernilai penuh (full bodied money); uang yang nilai bahannya sama dengan nilai nominalnya, biasanya uang logam.

2) Uang tidak bernilai penuh (fiducier money); uang yang nilai bahannya lebih rendah dari pada nilai nominalnya, biasanya uang kertas.

3. Fungsi Uang

a. Fungsi Asli

1) Uang sebagai alat tukar umum; uang digunakan untuk membeli atau mendapatkan barang atau jasa.

2) Uang sebagai satuan hitung; satuan ukuran yang digunakan untuk menentukan besarnya nilai atau harga suatu barang dan jasa.

b. Fungsi Turunan Uang

1) Uang sebagai alat pembayaran; uang digunakan untuk melunasi kewajiban.

2) Uang sebagai alat untuk menabung; uang dapat ditabung untuk mengantisipasi kebutuhan yang akan datang.

3) Uang sebagai pemindah kekayaan; uang dapat digunakan untuk memindahkan kekayaan tetap, seperti tanah, bangunan, dan lain-lain.

4) Uang sebagai pembentuk/penimbun kekayaan; setiap ada kenaikan jumlah tabungan, maka kekayaan akan bertambah. Tambahan kekayaan tersebut pada dasarnya merupakan pembentuk/penimbun kekayaan.

5) Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi; karena demi uang banyak orang bekerja keras setiap hari.

4. Nilai Uang (àkemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang)

a. Nilai Nominal; nilai yang tertera pada setiap mata uang yang bersangkutan.

b. Nilai Instrinsik; nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.

c. Nilai Riil; nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang.

1) Nilai Internal; daya beli uang terhadap barang dan jasa.

2) Nilai Eksternal; nilai uang dalam negeri jika dibandingkan dengan mata uang asing, yang lebih dikenal dengan kurs.

· Kurs ada dua macam, yaitu kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang berlaku bila bank menjual valuta asing, kurs beli adalah kurs yang berlaku bila bank membeli valuta asing (alat-alat pembayaran luar negeri).

· Inflasi yaitu kenaikan harga barang-barang secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

· Deflasi yaitu penurunan harga barang-barang secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

· Devaluasi yaitu penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.

· Revaluasi yaitu kenaikan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.

B. Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan adalah lembaga yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya lagi kepada masyarakat. Lembaga keuangan merupakan perantara antara pihak-pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana.

1. Bank

a. Pengertian Bank

Kata Bank berasal dari banca (Itali) yang artinya meja yang digunakan sebagai tempat penukaran uang.

Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

b. Asas, Fungsi, dan Tujuan Bank

1) Perbankan di Indonesia berasakan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehatu-hatian (Psl 2 UU No. 7 Thn 1992 ttg Perbankan),

2) Perbankan di Indonesia mempunyai fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat (Psl 3 UU No. 7 Thn 1992 ttg Perbankan),

3) Perbankan di Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak (Psl 4 UU No. 7 Thn 1992).

Tugas utama Bank (Produk-produk Bank):

1) Bank sebagai Penghimpun Dana Masyarakat (Kredit Pasif), dengan cara-cara:

a) Rekening koran/giro (demand deposit), yaitu simpanan yang dapat diambil atau digunakan untuk membayar sewaktu-waktu.

b) Deposito berjangka (time deposit), yaitu simpanan pada bank yang penarikannya hanya boleh dilakukan setelah jatuh tempo.

c) Sertifikat deposito, yaitu deposito berjangka yang sertifikatnya dapat diperjual berlikan.

d) Tabungan, yaitu simpanan di bank yang penarikannya dapat sewaktu-waktu.

e) Deposit on call, yaitu simpanan tetap yang berada di bank selama pemiliknya tidak menggunakan. Jika akan menggunakan harus memberi tahu dulu.

f) Deposit automatic roll over, yaitu deposito yang sudah jatuh tempo tetapi diperpanjang secara otomatis selama belum diambil.

2) Bank sebagai Penyalur Dana Masyarakat (Kredit Aktif), dengan cara-cara:

a) Kredit rekening koran, yaitu peminjaman kepada nasabah yang pengambilannya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah tersebut.

b) Kredit reimburse (letter of kredit), yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah atas pembelian sejumlah barang dan yang membayar pihak bank.

c) Kredit Aksep, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah dengan mengeluarkan wesel. Wesel tersebut dapat diperdagangkan.

d) Kredit dikumenter, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang telah sisetujui oleh kapten kapal yang mengangkut barang tersebut.

e) Kredit dengan jaminan surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah untuk membeli surat-surat berharga, dan sekaligus surat-surat berharga tersebut sebagai jaminan kreditnya.

3) Bank sebagai Perantara dalam Lalu Lintas Pembayaran

a) Pengiriman uang (transfer); yakni pengiriman uang antar daerah atau antar negara yang dilakukan oleh bank atas permintaan nasabah.

b) Inkaso; Bank atas nama nasabah melakukan penagihan surat utang atau wesel kepada pihak lain.

c) Menerbitkan Kartu Kredit (credit card); Bank menerbitkan kartu kredit untuk nasabah sehingga nasabah dapat melakukan transaksi pembeliain di supermarket tanpa membawa uang pas.

d) Mendiskonto; Bank menjamin jual beli surat berharga yang terjadi di masyarakat.

e) Mengeluarkan cek perjalanan (traveler’s check); untuk memudahkan transaksi dalam perjalanan.

f) Automated teller machine (ATM), yaitu tempat nasabah mengambil uang tunai yang ditangani mesin.

g) Pembayaran gaji karyawan; sutau instansi dapat membayar gaji karyawannya melalui bank.

h) Save Deposit Box (SDB), tempat penyimpanan surat berharga/dokumen penting.

c. Jenis-jenis Bank (Psl 5 UU No. 10 Thn 1998):

1) Bank Sentral

Bank Sentral atau Bank Indonesia merupakan lembaga keuangan yang independen/mandiri, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang. (UU 23 Th 1999)

Bank Indonesia mempunyai tujuan mengatur dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah terlihat dari perkembangan laju inflasi dan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Bank Indonesia mempunyai tugas:

o menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter,

o mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran,

o mengatur dan mengawasi bank,

o sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum, dalam bentuk bantuan likuiditas bank Indonesia.

2) Bank Umum

Bank umum adalah bank yang menyelenggarakan pengumpulan dana dengan tugas menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito serta memberikan kredit jangka pendek.

Bentuk hukum bank umum yaitu:

- perseroan terbatas (PT),

- koperasi, atau

- perusahaan daerah.

Bank umum hanya dapat didirikan oleh:

- warga negara Indonesia, atau badan hukum Indonesia, dan

- warga negara Indonesia dengan warga negara asing atau badan hukum asing secara kemitraan.

Bank umum berbentuk hukum Perseroan Terbatas milik negara antara lain:

- Bank BNI

- Bank Mandiri

- Bank Rakyat Indonesia (BRI)

- Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank umum berbentuk hukum Perseroan Terbatas milik swasta nasional antara lain:

- Bank Central Asia (BCA)

- Lippo Bank

- Bank Danamon

- Bank Internasional Indonesia (BII)

Bank umum berbentuk hukum Perseroan Terbatas milik swasta asing antara lain:

- First Natinal City Bank (Citibank),

- Bank of America,

- Chase Manhattan Bank,

- Standard Chartered Bank, dan

- Bank Tokyo

Bank umum berbentuk koperasi, misalnya:

- Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin),

- Bank Umum Koperasi Kahoeripan, dan

- Bank Umum Koperasi Jawa Barat.

Bank milik pemerintah daerah (perusahaan daerah), misalnya:

- Bank Nagari (Sumatra Barat),

- BPD Bali,

- Bank DKI,

- Bank Jabar,

- BPD Yogyakarta, dan

- BPD Maluku

Tugas Pokok Bank Umum (Ps 6 UU 10 Th 1998):

a) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan,

b) Memberikan kredit,

c) Menerbitkan surat pengakuan utang,

d) Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya,

e) Memindahkan uang (transfer),

f) Menempatkan dana pada peminjam atau meminjam dana dari bank lain,

g) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antarpihak ketiga (inkaso),

h) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga (safe deposit box),

i) Dan lain-lain

3) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

BPR hanya diperbolehkan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tabungan atau deposito dan memberikan kredit sebagaimana bank umum.

Tugas BPR (Ps 13 UU 10 Th 1998):

- Menghimpun dana dari masyarakat

- Memberikan kredit kepada masyarakat

- Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil

BPR dilarang melakukan kegiatan (Ps 14 UU 10 Th 1998):

- Menerima simpanan dalam bentuk giro serta turut dalam lalu lintas pembayaran

- Melakukan usaha dalam valuta asing

- Melakukan penyertaan modal

- Melakukan usaha perasuransian

Bentuk hukum BPR:

- Perusahaan Daerah,

- Koperasi, atau

- Perseroan Terbatas

Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha menurut syariat Islam. Dalam melaksanakan kegiatannya dikenal istilah:

· Mudharabah: prinsip bagi hasil,

· Musharakah: pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal,

· Murabahah: prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan, dan

· Ijarah: pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan.

2. Lembaga Keuangan Bukan Bank

LKBB adalah semua lembaga (badan) yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat-surat berharga, kemudian menyalurkan kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan-perusahaan.

a. Asuransi

Asuransi adalah perjanjian antara seseorang penanggung yang mengikat diri kepada seseorang tertanggung dengan menerima suatu premi dan memberi penggantian senilai yang diasuransikan kepada tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan akibat peristiwa yang tidak tertentu.

Syarat-syarat resiko yang dapat diasuransikan:

· Kerugiannya cukup besar

· Kemungkinan kerugian dapat diperhitungkan

· Terdapat sejumlah besar unit yang terbuka terhadap risiko yang sama

· Kerugian yang terjadi bersifat kebetulan (bukan kesengajaan)

· Kerugian tertentu.

Jenis-jenis asuransi:

· Asuransi kerugian; kebakaran, kendaraan bermotor, kecelakaan

· Asuransi jiwa; kematian

· Asuransi Sosial; meninggal, cacat, pensiun

b. Koperasi Kredit

Kegiatan koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam adalah menerima simpanan dan memberikan pinjaman uang kepada para anggota yang memerlukan dengan syarat-syarat yang mudah (tanpa jaminan) dan bunga ringan.

Modal koperasi kredit:

· Simpanan pokok

· Simpanan wajib

· Simpanan sukarela

· Dana cadangan

· Hibah

Fungsi:

· Mendorong anggota untuk menabung,

· Pemberian kredit kepada anggota atau masyarakat

· Pembimbingan bagi anggota dalam kegiatan usaha produksi

· Membantu anggota melepaskan diri dari rentenir.

c. Perusahaan Umum Pegadaian

Perum pegadaian merupakan perusahaan umum milik pemerintah yang bertujuan memberikan pinjaman kepada perseorangan atau golongan ekonomi lemah. Pinjaman dapat digunakan untuk usaha perdagangan, industri rumah tangga, atau konsumsi. Jaminannya berupa benda/barang bergerak.

d. Lembaga Dana Pensiun

Pensiun adalah jaminan pegawai dihari tua. Diatur dalam UU 8 Th 1974. dihimpun oleh PT Tabungan Asuransi Pensiun (Taspen) dan Perum Asabri.

Tujuan: meningkatkan kesejahteraan pegawai beserta keluarganya melalui asuransi sosial yang ditentukan oleh perundang-undangan.

Fungsi:

· Tempat untuk menghimpun dana masyarakat yang sifatnya jangka panjang

· Tempat untuk memberikan jaminan pensiun bagi anggota pensiunan/peserta program.

e. Perusahaan Sewa Guna

Sewa guna merupakan pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai (lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual.

3. Manfaat Tabungan dalam Pembangunan

Peranan tabungan dalam peningkatan pembangunan:

· Terciptanya pembentukan modal,

· Mempercepat dan memperluas kegiatan ekonomi nasional,

· Menambah lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran,

· Meningkatkan pendapatan perkapita,

· Mengurangi kesenjangan distribusi pendapatan,

· Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat bagi pembangunan:

· Mendidik hidup hemat,

· Mendapatkan jaminan keamanan atas uang yang ditabung,

· Mengumpulkan bekal untuk kepentingan di masa depan,

Memperoleh bunga.

9.2. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan Internasional menimbulkan kebutuhan akan mata uang asing karena perdagangan ini melibatkan orang-orang yang berbeda negara. Oleh karena itu muncul kebutuhan akan mata uang asing yang disebut Valuta Asing (Valas). Valas tersebut dapat diperjual belikan, karena ada lembaga yang memperjualbelikan valuta asing.

A. Valuta Asing

1. Pengertian Bursa Valuta Asing

a. Merupakan tempat atau lembaga yang memperdagangkan berbagai jenis valuta asing.

b. Diselenggarakan oleh bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank swasta asing yang sudah menjadi bank devisa serta lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalalm perdagangan mata uasng asing (money changer).

c. Harga valuta asing ditentukan oleh proses permintaan dan penawaran yang terjadi melalui mekanisme pasar (kurs). Kurs adalah harga mata uang asing yang dinyatakan dalam mata uang dalam negeri.

1) Kurs beli : harga beli valas pada saat bank/money changer membeli valas, atau pada saat seseorang menukar valas dengan rupiah.

2) Kurs jual : harga jual valas pada saat bank/money changer menjual valas, atau pada saat seseorang menukar rupiah dengan valas.

3) Kurs tengah : kurs antara kurs jual dan kurs beli .

2. Pengguna Jasa Bursa Valuta Asing

a. Orang yang membiayai orang lain hidup di luar negeri

b. Importir yang mau membayar eksportir di luar negeri

c. Investor dalam negeri untuk membayar kewajiban ke luar negeri

d. Orang yang mau membayar hutang dan bunga ke luar negeri

e. Pedagang valas yang berspekulasi terhadap naik turunnya nilai valas

f. Orang yang akan berkunjung ke luar negeri

g. Perusahaan asing, untuk membayar deviden kepada para pemegang saham di luar negeri

h. Pemerintah, untuk membiayai perwakilan-perwakilan di luar negeri, menyelesaikan hutang dll.

3. Fungsi Pasar Valuta Asing

a. Memperlancar terjadinya kegiatan ekspor impor

b. Memperlancar penukaran valuta asing

c. Memperlancar pemindahan dana dari suatu negara ke negara lainnya

d. Memberikan tempat para pedagang valuta asing untuk melakukan spekulasi

B. Perdagangan Internasional

1. Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan merupakan kegiatan membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah jenis/bentuknya dengan tujuan memperoleh laba. Perdagangan sekarang sudah merambah wilayah antar negara. Perdagangan internasional merupakan proses tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara negara satu dengan negara lainnya.

2. Penyebab Timbulnya Perdagangan Internasional

a. Perbedaan hasil produksi; Tiap-tiap negara mempunyai kekayaan alam, modal, teknologi, dan kebudayaan yang berbeda, sehingga hasil produksi tiap-tiap negara berbeda.

b. Perbedaan harga barang; Harga barang tiap-tiap negara berbeda.

c. Adanya keinginan untuk meningkatkan produktivitas; kebutuhan tiap negara beraneka ragam, tetapi secara ekonomi, tiap negara lebih baik memproduksi beberapa macam produk saja (spesialisasi), kemudian melakukan perdagangan.

3. Faktor-faktor yang Menghambat Perdagangan Internasional

a. Tidak amannya suatu negara; keamanan suatu negara mendorong para pedagang untuk melakukan perdagangan internasional.

b. Kebijakan ekonomi Internasional yang dilakukakn oleh Pemerintah; beberapa kebijakan yang menghambat : kuota, tarif, dan perijinan.

c. Tidak stabilnya kurs mata uang asing; menyebabkan kesulitan dalam menentukan harga valas. Hal ini berpengaruh terhadap harga penawaran dan permintaan dalam perdagangan

4. Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dengan Luar Negeri

a. Jangkauan wilayah

b. Cara pembayaran

c. Sistem distribusi

d. Peraturan yang berlaku

e. Tingkat persaingan

f. Satuan ukuran dalam berat, panjang, dan isi

g. Biaya angkutan

h. Tatap muka langsung penjual dan pembeli

Tabel: Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dengan Luar Negeri

No.

Aspek

Perdagangan Dalam Negeri

Perdagangan Luar Negeri

1.

Jangkauan wilayahnya

Satu wilayah negara

Beberapa negara

2.

Cara pembayarannya

Satu macam mata uang

Bermacam-2 mata uang

3.

Sistem distribusi

Langsung

Tidak langsung

4.

Peraturan yang berlaku

Aturan satu negara

Aturan beberapa negara

5.

Tingkat persaingan

Kurang ketat

Lebih ketat

6.

Biaya angkutan

Lebih murah (dekat)

Lebih mahal (jauh)

5. Kegiatan Ekspor Impor

a. Ekspor : kegiatan melakukan penjualan barang ke luar negeri. Orang/badan hukumnya à eksportir. Tujuan: untuk memperoleh keuntungan. Barang ekspor biasanya lebih mahal.

1) Faktor yang mempengaruhi perkembangan ekspor suatu negara:

a) Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan luar negeri; kemudahan akan mendorong ekspor, seperti penyederhanaan prosedur, penghapusan biaya ekspor, fasilitas produksi barang-2 ekspor, penyediaan sarana ekspor.

b) Keadaan pasar di luar negeri; kekuatan permintaan dan penawaran dari berbagai negara dapat mempengaruhi harga di pasar dunia.

c) Kelincahan eksportir untuk memanfaatkan peluang pasar; eksportir harus ahli di bidang strategi pemasaran.

2) Untuk mengembangkan ekspor, pemerintah dapat menerapkan kebijakan berikut:

a) Menambah macam barang ekspor

b) Memberi fasilitas kepada produsen barang ekspor

c) Mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri

d) Menciptakan iklim usaha yang kondusif

e) Menjaga kestabilan kurs valuta asing

f) Pembuatan perjanjian dagang internasional

g) Peningkatan promosi dagang di luar negeri

h) Penyuluhan kepada pelaku ekonomi

b. Impor : kegiatan membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri. Orang/lembaganya à importir. Tujuan: laba.

1) Harga barang impor lebih murah, karena:

a) Negara penghasil mempunyai sumber daya yang lebih banyak.

b) Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah.

c) Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak.

2) Dampak positif pembatasan impor, antara lain:

a) Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri

b) Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri

c) Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor.

d) Memperkuat posisi neraca pembayaran.

3) Dampak negatif pembatasan impor, antara lain:

a) Jika terjadi aksi balas-membalas kegiatan pembatasan kuota, maka perdagangan internasional menjadi lesu.

b) Karena produsen dalam negeri merasa tidak mempunyai pesaing, mereka cenderung kurang efisien dalam produksinya.

6. Dampak Perdagangan Internasional

a. Dampak positif perdagangan internasional:

1) Mempererat persahabatan antarbangsa

2) Menambah kemakmuran negara

3) Menambah kesempatan kerja

4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

5) Sumber pemasukan kas negara

6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi

7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara

b. Dampak negatif perdagangan internasional:

1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain.

2) Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional.

3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar.

4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju.

5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi.

6) Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju

7) Neraca perdagangan dan pembayaran

a) Neraca Perdagangan

(i) Merupakan catatan yang berisi nilai-nilai barang yang diekspor maupun diimpor oleh suatu negara (bidang perdagangan). Ekspor menimbulkan penerimaan pembayaran atau piutang, sedang impor menimbulkan kewajiban membayar atau utang.

(ii) Dibuat untuk mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan.

(iii) Surplus, jika nilai ekspor > nilai impor

(iv) Defisit, jika nilai impor > nilai ekspor

(v) Seimbang, nilai ekspor = nilai impor

b) Neraca Pembayaran

(i) Merupakan catatan yang berisi pembayaran dan penerimaan dari luar negeri (bidang ekonomi).

(ii) Transaksi yang menimbulkan hak untuk menerima pembayaran = transaksi kredit, sedang transaksi yang menimbulkan kewajiban untuk membayar = transaksi debit.

(iii) Macam-macam transaksi dalam neraca pembayaran: transaksi sedang berjalan (current account = transaksi yang meliputi barang-barang dan jasa) atau transaksi kapital (capital account = transaksi yang menyangkut investasi modal dan emas); transaksi satu arah, antara lain pemberian hadiah (gift), bantaun (aid), dan pemberian lain yang dapat digolongkan kedalam transaksi sedang berjalan.

Pos-pos dalam neraca pembayaran: barang, jasa, bunga modal dan deviden, hadiah, investasi jangka panjang, investasi jangka pendek, perpindahan emas moneter.